Seandainya ia tahu bahwa pergi yang kumaksudkan adalah tinggal dan benci yang kukatakan adalah sayang, mungkin tidak akan pernah ada yang namanya sebuah pembelajaran bahwa ada kalanya sesuatu yang pergi tetap tinggal, membekas, dan memberi kesan indah berselimut pahit yang benar kenyataannya ketika dihadapkan dengan sebuah pertemuan, akan ada perpisahan yang berarti, entah itu untuk sejenak atau selamanya.
Pernah aku berpikir, apakah foto yang usang akan bisa kembali mengulang kejadian itu pada masanya? Apakah bimbang yang diberikan ketika mengingat kejadian pada sepucuk kertas dan juga beberapa kertas foto dapat memecah rasa sedih seseorang dan menggantikannya dengan senyum? Apakah selamanya yang ia sebutkan dapat terulang lagi oleh suara parau dari bibir seseorang yang selama ini dirindukan? Dan apakah hal itu dapat membawanya kembali?
Ia kerap hadir di keduanya, mimpi dan kenyataan (yang memberi pahit bahwa ia tak lagi ada di sini, bersamaku). Teman yang selama ini dirindukan kehadirannya memberi degup jantung pada jantung yang lemah, juga sesosok sahabat jiwa yang dinantikan untuk kelulusan sebuah gelar selamanya. Penantian tidak pernah sebentar, untuk itu terkadang beberapa orang membencinya. Pelabuhan tidak pernah sepi untuk laut yang ramai, untuk itu seringkali kapal-kapal hanya datang bersinggah sebentar. Tetapi pemakaman menjadi tempat yang sepi karena hampir setiap kali, manusia datang untuk menguburkan perasaannya terkait sepucuk cinta dan sebuah rahasia yang harus ia benamkan dari dunia agar tersisa banyak kebahagiaan dari sedikit hal yang harus "ditidurkan". Dan memang, hampir setiap nyawa mempunyai cinta dan rahasia yang tidak ia katakan dan ungkapkan meskipun hati juga perasaannya terluka, tapi setidaknya hanya dirinyalah yang merasakan perih.
Bicara soal cinta dan rahasia, sudah setahun setengah lamanya semenjak pertemuan yang memerahkan jantung dan pipiku meskipun lampu kota terlihat temaram nyalanya. Pertemuan yang memberikan sebuah bulir-bulir bahagia di dalam sebuah lingkaran kecil. Tidak pernah terduga bahwa hiruk-pikuk orang berlarian untuk berteduh dari hujan justru membawaku berlarian di tengahnya sembari menyenandungkan cinta dan rahasia di dalam gemuruh suara langit dan lampu kilat panggung semesta.
No comments:
Post a Comment