Thursday, April 2, 2015

Dalam Diam

πŸ’«πŸŒΎπŸ„πŸŒΏ 

Aku Jatuh Cinta...
Dalam,
Diam


Teruntuk Penerima Setangkai Mawar Kelabu

 
Hai, 
Ini aku.... Seorang penikmat indahnya senyummu. 
Kau mungkin mengingatku atau mungkin kau tidak mengingatku sama sekali, tidak masalah. Aku tidak sedang ingin membahas perihal ingat-mengingat.  
Aku jatuh cinta kepadamu. Tentunya dalam nikmat-pedihnya diam.
Sederhana, sesederhana aku merasa tersengat listrik saat melihat garis tipis bibirmu yang membentuk senyum di bingkai wajahmu yang juga sederhana. 
Tapi hanya dalam diam.... 
Sekali lagi, aku hanya bisa mengamatimu, di sini. 
Di dalam diam.

Aku melihat 'kedua pasang' matamu dan mendapati pantulan diriku yang terkesima melihatmu,  entah itu saat kau melihatku atau tidak, tersenyum, diam, berhenti.
Dengan berbagai cara dan apapun yang kamu lakukan,
Aku menemukan diriku selalu mengamatimu dari kejauhan, dalam keramaian dan diam.
"Hai.... Masih mengingatku?"
Terkadang, aku ingin menyentuhmu dengan sebuah kalimat itu, wahai kau sang pemacu detak jantungku.

Dalam diam...
Aku ingin kau mendengarku, selayaknya beberapa foto yang kau ambil saat memotret dalam keadaan diam untuk mendapatkan gambar dan angle yang indah, seperti dirimu.
Berkali-kali jantungku berdebar kencang saat kau berada dalam radarku.
Ataupun saat kau berada jauh dari tangkapan radarku, aku tetap dapat membingkai sempurna bentuk wajahmu.
Kau tampak bagai bintang terdekat dengan rembulan. 
Sangat terang benderang di antara lainnya.

Wahai kau, sang penerima mawar kelabu...
Ijinkan aku untuk dapat melihatmu lagi, walau aku tahu kau merasa terusik dan enggan terhadapku.
Ijinkan aku...
Untuk memberikanmu mawar kelabu dan mencintaimu..
Sekali lagi....
Dalam diam

No comments:

Post a Comment